Selasa, 23 Februari 2010
Berfungsi Sepenuhnya : Sehat Mental Menurut Rogers
Dalam dunia Psikologi terdapat banyak pandangan mengenai orang yang memiliki mental yang sehat. Masing-masing pendekatan memiliki sudut pandang secara khas. Untuk kesempatan kali ini, sya akan berbagi tentng konsep sehat mental dari Carl Rogers, salah satu tokoh yang menekuni pendekatan humanistik. Tulisan ini sepenuhnya saya ringkas dari Buku Growth Psychology yang ditulis oleh Dianne Schultz.
Tulisan ini memang diawali dari ketertarikan saya terhadap pendekatan humanistik, dan saya senang berbagi dengan para pembaca. Tapi, jika Saudara ingin menggunakan referensinya, mohon digunakan secara bijak dan etis.
Pokok-pokok Pendekatan Rogers terhadap Kepribadian
Rogers mengembangkan suatu metode terapi, yaitu “terapi terpusat pada klien” (client-centered therapy), yang menempatkan tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian klien. Hal tersebut didasarkan pada pandangan bahwa kepribadian harus diperiksa dan dipahami melalui segi pandangan pribadi klien dan pengalaman-pengalaman subjektifnya sendiri.Jadi, persepsi setiap klien tentang realitas dipandang sebagai persepsi yang unik.
Rogers juga memandang bahwa kodrat manusia adalah makhluk yang sadar dan rasional
Sadar
maksudnya adalah orang-orang dibimbing oleh persepsi sadarnya terkait diri mereka dan dunia sekitar mereka, bukan oleh kekuatan-kekuatan tak sadar yang tidak dapat mereka kontrol.kriterium terakhir seseorang adalah pada pengalaman sadarnya sendiri dan pengalaman itu memberikan kerangka intelektual dan emosional dimana kepribadian terus-menerus bertumbuh.
Rasional
Maksudnya adalah tidak dikontrol oleh peristiwa masa kanak-kanak, lebih mementingkan untuk memandang masa sekarang dan bagaimana kita memandangnya bagi kepribadian yang sehat daripada masa lampau. Dalam hal ini pengalaman-pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara pandang di masa sekarang dan juga mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis kita.
Motivasi Orang yang Sehat : Aktualisasi
Setiap segi pertumbuhan dan perkembangan manusia terkait erat dengan kecenderungan aktualisasi diri, sebab aktualisasi diri merupakan komponen-komponen pertumbuhan fisik dan psikologis “kebutuhan fundamental” manusia yang dibawa sejak lahir disamping memeliharakan dan meningkatkan semua segi individu. Pertumbuhan dari segi fisiologis cenderung terjadi dan lebih didominasi pada tahun-tahun awal kehidupan. Kecenderungan aktualisasi pada tingkat fisiologis mendorong individu ke depan dari salah satu tingkat pematangan ke tingkat pematangan berikutnya, yaitu memaksanya untuk menyesuaikan diri dan tumbuh. Aktualisasi-diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat serta potensi-potensi psikologisya yang unik. Orang yang sehat secara psikologis cenderung mengaktualisasikan diri untuk mencapai tujuan hidup, tidak hanya sekedar mempertahankan suatu keseimbangan homeostatis atau suatu tingkat ketentraman dan kesenangan yang tinggi, tetapi juga pertumbuhan dan peningkatan. Aktualisasi diri ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial dan bukan oleh kekuatan-kekuatan biologis. Aktualisasi diri dapat dibantu namun juga dapat dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar, terutama dalam masa kanak-kanak. Kecenderungan khusus ke arah aktualisasi diri ditandai dengan pematangan dan perkembangan seluruh organisme yang sama sekali tidak dipengaruhi oleh belajar dan pengalaman.
Pengembangan Diri
Setiap individu akan mengembangkan self-concept-nya terutama di masa kecilnya yang sangat dipengaruhi oleh ibu. Cara-cara khusus bagaimana diri berkembang dan apakah dia akan menajdi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu pada masa kecil. Dalam individu yang sehat dan yang mengaktualisasikan diri muncullah suatu pola yang berkaitan dengan self-concept secara konsisten.
Pengembangan pribadi sehat menurut Rogers
Kepribadian yang sehat akan tumbuh tergantung pada pemuasan kebutuhan akan positive regard, terutama kasih sayang dan cinta ibu.Syarat utama timbulnya kepribadian sehat adalah Unconditional Positive Regard (UPR) pada masa kecil; akan berkembang jika ibu memberikan cinta dan kasih sayangnya tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Anak yang mendapat UPR akan merasa dicintai dan dihargai oleh ibunya, anak akan mencintai dan menghargai dirinya (positive self regard). Anak yang memiliki positive self regard, dalam kondisi apapun tidak takut untuk menyadari (melambangkan, memahami, dan menerima) pengalaman-pengalaman dan emosi dalam kehidupannya. Pengalaman dan emosi (positif atau negatif) yang disadari tersebut akan diorganisasikan dalam struktur self-nya. Anak yang mampu mengorganisasikan pengalaman ke dalam struktur self-nya, mengalami congruence antara real self dan ideal self, sehingga anak dapat mengaktualisasikan dirinya (mengembangkan potensi-potensinya, sehingga menjadi orang yang berfungsi sepenuhnya/ fully functioning person).
Pengembangan pribadi tidak sehat Pribadi yang tidak sehat timbul karena adanya Conditional Positive Regard (CPR), karena masa kecil kurang terpenuhinya positive regard. Anak harus bekerja keras untuk mendapatkan positive regard dengan mengorbankan aktualisasi diri. Kasih sayang dan cinta yang diterima anak adalah syarat terhadap tingkah lakunya yang baik, sehingga anak merasa berharga atau memiliki harga-diri hanya dalam syarat-syarat tertentu.
Pengembangan diri yang terjadi pada anak CPR :
1. menginternalisasikan sikap-sikap ibu secara bersyarat.
2. menimbulkan sikap defensif dalam tingkah laku anak, sehingga kebebasan individu terbatas, kodarat atau dirinya yang sejati tidak dapat diungkap sepenuhnya.
3. tidak melambangkan pengalamannya (tidak terbuka dengan lingkungan, karena merasa tidak sesuai dengan struktur self, sehingga anak mengembangkan ketidakharmonisan/incongruence antara real self dan ideal self).
Orang yang Berfungsi Sepenuhnya Menurut Rogers, orang yang berfungsi sepenuhnya (berkepribadian sehat) adalah orang yang bisa mengaktualisasikan diri :
- Aktualisasi diri berlangsung terus, tidak pernah merupakan kondisi yang selesai atau statis, berorientasi ke masa depan
- Aktualisasi diri merupakan suatu proses yang sukar dan kadang-kadang menyakitkan, sehingga membutuhkan keberanian untuk melakukannya. Hasil sampingan dari perjuangan aktualisasi diri adalah kebahagiaan.
- Orang-orang yang mengaktualisasikan diri adalah orang-orang yang menjadi diri mereka sendiri.
- Orang-orang yang mengaktualisasikan diri tidak hidup di bawah hukum-hukum yang diletakkan orang-orang lain.
Lima Sifat Orang yang Berfungsi Sepenuhnya
1. Keterbukaan pada pengalaman
Merupakan lawan dari defensif, sebab setiap pendirian dan perasaan yang berasal dai dalam dan dari luar disampaikan ke sistem syaraf organisme tanpa distorsi/ rintangan. Kepribadian adalah fleksibel, tidak hanya mau menerima pengalaman-pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tetapi juga dapat menggunakannya dalam membuka kesempatan-kesempatan persepsi dan ungkapan baru. orang yang terbuka terhadap pengalaman akan lebih ”emosional” (mengalami banyak emosi yang bersifat positif dan negatif) dan mengalami emosi-emosi itu lebih kuat dibanding orang-orang yang defensif.
2. Kehidupan eksistensial
Yaitu orang-orang yang dapat menyesuaikan diri, karena struktur diri terus-menerus terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru
3. Kepercayaan terhadap diri sendiri
Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat mampu memutuskan tindakan, tingkah laku menurut apa yang dirasakan benar (percaya akan keputusannya), serta mampu mempertimbangkan setiap informasi yang didapat dalam berbagai macam situasi. Semua segi organisme (sadar, tak sadar, emosional, dan juga intelektual)mampu dianalisis berdasarkan keterkaitan dengan masalah yang ada. Sedangkan, orang-orang defensif membuat keputusan menurut larangan-larangan yang membimbing tingkah lakunya.
4. Perasaan bebas
Orang yang berfungsi sepenuhnya akan mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak, atanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang tersebut akan memiliki perasaan berkuasa sepenuhnya secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya. Sedangkan orang defensif tidak dapat mewujudkan pilihan bebas itu ke dalam tingkah laku yang aktual.
5. Kreativitas
Orang yang befungsi sepenuhnya sangat kreatif, bertingkah laku spontan, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam sekitar mereka. Orang-orang yang kreatif dan spontan tidak terkenal karena konformitas atau penyesuaian diri yang pasif terhadap tekanan-tekanan sosial dan kultural.
Daftar Pustaka
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat (terjemahan). Yogyakarta: Kanisius.
Label:
Clinical Psychology,
Keseharan Mental
Selasa, 07 April 2009
Being Happy? Why not? : Refleksi dari Film "Pursuit of Happyness"
Saya adalah orang yang suka banget menonton film dan yaah.. sekedar berbagi dengan orang lain mengenai film tersebut. Kali ini, saya kembali ingin menceritakan mengenai salah satu film yang saya tonton. Film ini dirilis pada tahun 2006 dengan judul Pursuit of Happyness. Bagian yang menarik bagi saya sebelum menonton adalah tulisan "Happyness" yang ditulis dengan huruf "y" bukan "i". Hehee.. mungkin saya terlalu detail dalam mengamati. Baiklaah.. kalau begitu saya mulai dengan membuat semacam sinopsis film nya ya..
Sinopsis Film
Film yang
ditulis oleh Gabriele Muccino ini menceritakan kehidupan seorang ayah yang
berusaha mencapai, mencari, dan menemukan apa yang ia sebut sebagai sebuah
kebahagiaan. Di tengah liku-liku perjuangannya ia selalu didampingi oleh
anaknya yang juga sebagai motivasi baginya.
Kisah ini
diawali dengan perjuangan Chris Gardner (tokoh utama) dalam mencari pekerjaan
dan menjual alat pemindai kepadatan tulang sebagai sumber penghasilannya.
Rintangan yang dihadapi pun tidak mudah. Ia juga harus membayar sewa rumah, sekolah, dan juga membayar tilang karena
ia parkir sembarangan. Semenjak
itu, naik bus dan berlari telah menjadi bagian dari hidupnya.
Awal
pencapaian kebahagiaannya dimulai dari pertemuannya dengan Jay Twistle yang
juga kepala SDM pialang saham Dean Witter. Berkali-kali Chris mencoba mengajak
Tn Twistle berbincang-bincang, namun ia kurang mendapat respon dari Tn.
Twistle. Chris tidak menyerah begitu saja. Pada suatu ketika, Chris kembali
menemui Tn. Twistle, namun ia buru-buru ke Noe Valley. Tanpa pikir panjang,
Chris pun meminta ijin untuk ikut ke Noe Valley. Dari pertemuan ini, ternyata Chris bisa menarik
perhatian dan menimbulkan kesan positif bagi Tn. Twistle.
Tak lama
berselang, Jay Twistle pun menawarinya untuk menjadi calon magang. Chris pun
menerimanya. Namun diluar dugaannya, ketika ia mengecat tembok rumah
kontrakannya, polisi datang dan menagih pembayaran tilang. Chris pun baru boleh
keluar dari tahanan keesokan harinya pada pukul 09.30. Padahal jadwal
wawancaranya pukul 10.15.
Setelah
urusan tilang selesai, ia pun berlari menuju Dean Witter tanpa sempat mengganti
bajunya. Tentu saja hal ini
membuat pewawancara tercengang. Namun, berkat usaha Chris untuk meyakinkan mereka,
justru menimbulkan kesan positif untuk pewawancara, dan ia pun diterima magang
di perusahaan selama 6 bulan tanpa gaji dan tanpa jaminan untuk diterima
bekerja.
Berbekal
tekad dan keyakinan untuk meraih impiannya ia pun berusaha menelepon dan
mencari relasi sebanyak-banyaknya untuk memperjuangkan programnya. Ia pun
berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat meskipun harus jatuh-bangun
dan menghadapi rintangan yang berat.
Di akhir cerita, Chris pun berhasil mencapai dan
menemukan kebahagiaanya. Ia dapat
menarik 31 rekening ke Pice Bell. Ia pun diterima bekerja sebagai pialang di
dean Witter. Setelah bekerja di Dean Witter, Chris mendirikan firma investasi
Gardner rich. Tahun 2006, ia menjual saham minoritas dari
firma pialangnya dalam kesepakatan multijuta dolar.
Kesan yang Ditangkap
Setelah menonton film tersebut, ada beberapa kesan yang bisa saya ungkapkan. Kesan yang
pertama kali muncul di benak saya ketika melihat film ini adalah adanya self-efficacy yang tinggi pada diri
Chris Gardner. Dengan adanya evaluasi diri yang positif terhadap kemampuan
dirinya, ia pun berusaha dan berjuang keras mencapai dan menemukan
kebahagiaannya. Keyakina yang ia wujudkan dalam tindakan itu pun
mengantarkannya pada keberhasilan yang jug aia sebut sebagai sebuah
kebahagiaan.
Penjelasan di
atas dibuktikan dengan melalui usaha diaagar dapat bertemu dan
berbincang-bincang dengan Jay Twistle. Selain itu, Chris juga berusaha keras
untuk menyelesaikan pekerjaannya dan mengerjakan ujian dengan sungguh-sungguh agar
dapat diterima kerja di Dean Witter.
Berdasarkan
bukti tersebut, saya juga memandang bahwa Chris memiliki fokus diri yang
positif, sehingga di dalam dirinya timbul ekspektansi optimistik (optimis dalam
mencapai pengharapannya).
Dari film
ini, saya juga melihat bahwa Chris Gardner memiliki kemampuan dalam hal
persuasi. Hal tersebut terlihat ketika Chris berhasil mengubah sikap dan
penilaian pewawancara ketika melihat ia datang ke Dean Witter tidak memakai
pakaian formal. Namun, sikap pewawancara tersebut juga tidak lepas dari adanya
atribusi positif terhadap sikap Chris. Kemampuan persuasinya juga terbukti
dengan adanya keberhasilan Chris meraih 31 rekening yang masuk ke Pice Bell.
Demikian cerita saya hari ini... kita sambung lagi reviu fil di lain hari...
Langganan:
Postingan (Atom)